Mengingat SeHAMA 8

Desember 30, 2016

SeHAMA angkatan ke-8
Saya seharusnya menulis ini sejak di penghujung Agustus lalu, menulis tentang pengalaman bertemu dan berkumpul dengan orang-orang hebat dari penjuru negeri bernama Indonesia.

Agustus 2016, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) kembali menggelar Sekolah Hak Asasi Manusia untuk Mahasiswa (SeHAMA) yang ke-8.

Tak pernah terbayangkan sebelumnya saya bisa tergabung dalam SeHAMA angkatan ke-8 kali ini. Formulir yang saya isi secara online sebulan sebelumya pun hampir terlupakan kabarnya. Namun, semesta berkata lain, ia mengizinkan saya untuk bergabung. Baca juga: Tentang SeHAMA 8

Terima kasih, KontraS..

Perjalanan saya menuju SeHAMA 8 dimulai saat bertemu dengan 29 pemuda-pemudi tangguh dari berbagai daerah di Nusantara. Saya bertemu mereka di Wisma KontraS, di bilangan Menteng, Jakarta Pusat.

Menarik bisa berkenalan dengan mereka. Dengan berbagai latar belakang budaya, pendidikan, hingga ideologi yang berbeda, berkumpul dengan mereka tentu adalah hal yang asik untuk memperkaya wawasan. Hal itu semakin greget bila didampingi oleh ‘Orang Tua’ dan selongsong kretek.

Hampir satu bulan penuh kami tinggal bersama, dan banyak cerita yang terlahir di sana. Saya seperti menemukan sebuah keluarga baru.

Selama itu pula pengetahuan tentang Hak Asasi Manusia kami diuji, untuk kemudian diisi kembali dengan berbagai cara yang menarik dari narasumber-narasumber yang kami temui. Saya cukup beruntung bisa mempelajari hal-hal baru selama mengikuti SeHAMA—sebab sebelumnya hanya sering berkutat dengan benda mati.

Hak Asasi Manusia bukanlah hal yang tabu untuk diketahui, oleh siapapun dan kapanpun. Ia menjadi hal yang penting—terlebih di era yang serba menggemaskan seperti saat ini. Baca juga: SeHAMA dan Kasus HAM

Saya dengan senang hati berbagi bermacam-macam materi yang saya dapat kepada kawan-kawan yang membaca tulisan ini. Bila mau, sila menghubungi saya melalui email.

Banyak cerita yang saya dapat selama mengikuti SeHAMA 8, merangkumnya dalam sebuah tulisan pun tak membuatnya menjadi cukup. Mungkin saya akan menuliskan hal lainnya di lain waktu.

Oiya, mengingat SeHAMA 8, ternyata mengingatkan pula tentang persoalan jatuh rasa..

***

Sedikit ingatan saya tentang SeHAMA 8

You Might Also Like

0 komentar

Terima

Kasih

Banyak

Subscribe